Monday, February 16, 2015

SAATNYA ORANG TUA MENGERJAKAN PR (2)



Apa kabar Bapak dan Ibu? Pada kesempatan kali ini kita akan menyambung kembali perbincangan kita dua pekan lalu tentang pekerjaan rumah orang tua. :)


emoga Bapak dan Ibu sudah melaksanakan 3 hal yang pada edisi kemarin telah kita bahas. Kini mari kita lanjutkan dengan pembahasan berikutnya, yaitu PR ke 4, 5 dan 6.
PR ke 4 :
Sebagai orang tua saya akan mengutamakan kebenaran. Kebenaran di sini tidak terpaku pada usia. Dalam membesarkan anak saya, pantang bagi saya membandingkan anak dengan saudaranya apalagi dengan orang lain.
(Keterangan: mengutamakan kebenaran maksudnya, kesalahan anak tetap diluruskan meski usianya masih kecil. Contohnya, Rasulullah yang meminta mengeluarkan paksa kurma sedekah dari mulut cucu beliau, meskipun cucunya masih kecil, karena makanan sedekah haram bagi keluarga Nabi saw)

PR ke-5:
In syaa Allah mulai hari ini, saya tidak akan mengatakan kalimat negatif tentang anak saya di depan anak, sebaik apapun tujuannya. Saya tidak rela `konsep diri` anak saya (keterangan: cara dia memandang dirinya) menjadi negatif gara-gara mulut saya yang tidak terjaga. 
Bapak Ibu harus berhati-hati karena kata-kata negatif (seperti, nakal, malas, manja,dll)  akan menjadi label/cap. Kita melabeli anak kita nakal maka bisa jadi ia menjadi semakin nakal.

PR ke-6:
Mulai hari ini saya akan bersungguh-sungguh melakukan apa yang saya katakan kepada anak, dan bersungguh-sungguh TIDAK PERNAH BERBOHONG dan ingkar janji pada anak sebaik apapun tujuannya. Ini saya lakukan agar anak saya percaya pada orang tuanya. Jika orang tua berbohong, atau `jarkoni` (berujar tapi tidak `ngelakoni`) maka anak akan kehilangan kepercayaan pada orang tuanya. Menjadi orangtua harus TEGAS, tetapi tidak kasar, serta harus konsisten.

Demikian pemb
ahasan kita tentang pengasuhan anak pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Semoga Allah memberi kemudahan pada Bapak dan Ibu untuk memberi pendidikan terbaik bagi putra putrinya. Aamiin..

SAATNYA ORANG TUA MENGERJAKAN PR

Buletin kita pekan ini akan membahas beberapa persoalan mengenai pengasuhan anak. Tulisan ini adalah pengembangan dari resume program “Kelas Pengasuhan Anak” yang diselenggarakan oleh Auladi Parenting School, dengan pemateri Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhori.
        Mungkin Bapak Ibu bertanya-tanya, kenapa sih kita harus BELAJAR tentang pengasuhan anak? Jawabannya adalah:
1.        Karena Allah memerintahkan kita untuk terus belajar
2.        Perubahan zaman, dimana dulu informasi serba terbatas, sedang  sekarang informasi tersebar luas, tanpa batas
3.        Agar anak bahagia
Mengasuh tanpa ilmu, akan membuat orang tua mudah tersulut emosi, mudah marah dan merasa tertekan. Untuk itulah kita perlu mempelajari ilmu tentang pengasuhan anak.
Dibawah ini ada beberapa PR orang tua yang mesti dipelajari agar anak bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dan bahagia. Menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah. Ada 9 PR yang diberikan dalam program kelas pengasuhan anak ini. Kita akan membahas 3 terlebih dahulu.
A.        PR 1
In syaa Allah mulai hari ini saya akan bersungguh-sungguh menjadi orangtua betulan, bukan kebetulan. Saya akan memulainya dengan hal sederhana, yaitu menyediakan waktu bersama anak, setiap hari, setidaknya 30 menit setiap hari, sebelum anak saya berusia 12 th, dan setidaknya 3 jam setiap bulan, setelah mereka berusia lebih dari 12 th.
(Keterangan: WAKTU BERSAMA ANAK yang dimaksud di sini adalah anda benar-benar bersama anak, jiwa dan raga, tidak disambi main HP, baca koran, atau menyelesaikan pekerjaan lainnya)
B.        PR 2
In syaa Allah saya akan membebaskan hidup anak saya demi kebahagiaan mereka, sepanjang tidak melanggar aturan agama dan norma masyarakat, tidak membahayakan dirinya, serta tidak merugikan orang lain.
(Keterangan: MEMBEBASKAN di sini dimaksudkan memberikan kebebasan untuk memilih sesuatu yang disukainya, tidak banyak mengatur. Namun, bukan berarti tidak memberi batasan. Contoh: membebaskan anak memilih warna dan model pakaian, asalkan itu busana muslimah. Membebaskan bermain, asal tidak mengganggu ketenangan orang lain. Bebas memilih minatnya, asal itu sesuatu yang bermanfaat.)

C.        PR 3
In syaa Allah mulai hari ini saya bersungguh-sungguh sekuat tenaga untuk mendampingi anak, setidaknya dalam 4 kegiatan, yaitu: Sholat, menjelang tidur, bangun tidur dan saat makan.

Demikian ibu dan bapak, apa yang dapat kami sampaikan tentang pengasuhan yang membahagiakan anak dan orang tua. Selamat mencoba dan mempraktikkan, semoga Allah memberi kemudahan kepada bapak ibu semuanya. Aamiiin..

PENTINGNYA MEMBIASAKAN ANAK MEMBACA



Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan kunci dalam memberikan bekal kepada anak. Orang tua terutama Ibu sebagai madrasah pertama bagi seorang anak, memiliki peran sangat penting dalam masalah ini. Jiwa anak harus diisi dengan hal-hal yang positif sejak dini.
       Saat ini kita tidak heran melihat anak-anak kecil mampu memainkan HP, Play Station, Game Online, Game Internet/Facebook dan lain-lain. Teknologi baru dan gadget-gadget bermunculan seakan-akan kalau tidak mengikuti akan ketinggalan jaman. Padahal jika orang tua tidak memantau, bisa jadi Game yang dimainkan dan internet yang dibuka berisikan konten-konten negatif seperti kekerasan, pornografi dll. Belum lagi acara TV yang banyak diisi hiburan dan mempertontonkan gaya hidup hedonis para selebriti.
      Tayangan TV dan Game kekerasan seperti ini akan membuat anak-anak menjadi gampang marah, tersinggung serta tersulut emosinya. Otak menjadi pasif, daya nalar berkurang dan cara berkomunikasi menjadi juga kurang baik.  Jangankan diminta untuk membuat tulisan, berbicara dan mengemukakan pendapat saja mereka susah memilih kosa kata. Anak-anak menjadi tidak pernah terlatih untuk menggunakan kosa kata
      Berbeda ketika anak sedang membaca, maka secara refleks otak menjadi beraktivitas dan berpikir. Membaca memperluas cakrawala, menambah ilmu pengetahuan, serta meningkatkan daya ingat.  Membaca dapat memicu otak untuk menyerap informasi, memahami, lalu bahkan memecahkan suatu masalah. Semakin banyak informasi yang diserap semakin baik untuk membantu kefasihan dalam bertutur kata. Membaca bisa dikatakan sebagai kebutuhan dasar bagi manusia. Bahkan perintah pertama yang turun dalam Al-Quran adalah perintah membaca “Bacalah dengan Nama Tuhanmu yang Menciptakan”  (Q.S. Al. Alaq).
          Dengan membaca buku yang bermutu, seseorang akan memiliki keunggulan komparatif dibanding orang yang tidak membaca. Selain itu, dengan membaca, orang lebih terbuka cakrawala pemikirannya. Dengan dan melalui bacaan, seseorang berkesempatan melakukan refleksi dan meditasi, sehingga budaya membaca lebih terarah kepada budaya intelektual daripada budaya hiburan yang dangkal. Oleh karena itu, para pakar menyimpulkan, untuk membangun masyarakat yang beradab dan maju, maka budaya baca perlu ditumbuhkan.
Ada perbedaan minat anak terhadap buku bila ditinjau dari usia kronologis anak. Menurut Ediasari (Ayahbunda, 1983), berpendapat bahwa:
1.   Pada usia 2-6 tahun, anak-anak menyukai buku bacaan yang didominasi oleh gambar-gambar yang nyata.
2.   Pada usia 7 tahun, anak menyukai buku yang didominasi oleh gambar-gambar dengan bentuk tulisan besar-besar dan kata-kata yang sederhana dan mudah dibaca. Biasanya pada usia ini anak sudah memiliki kemampuan membaca permulaan dan mereka mulai aktif untuk membaca kata.
3.   Pada usia 8-9 tahun, anak-anak menyukai buku bacaan dengan komposisi ganbar dan tulisan yang seimbang. Mereka biasanya sudah lancar membaca, walaupun pemahaman mereka masih terbatas pada kalimat singkat dan sederhana bentuknya.
4.   Pada usia 10-12 tahun, anak lebih menyukai buku dengan komposisi tulisan lebih banyak daripada gambar. Pada usia ini kemampuan berpikir abstrak dalam diri anak mulai berkembang sehingga mereka dapat menemukan intisari dari buku bacaan dan mampu menceritakan isinya kepada orang lain.
Berikut ini yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak usia sekolah:
  1. Ajak anak ke toko buku, biarkan ia memilih sendiri buku yang ia inginkan. Tentunya dengan batasan yang Anda dan dia sepakati bersama.
  2. Ciptakan “perpustakaan” keluarga. Tak perlu terlalu mewah atau megah. Cukup dibuat nyaman dan memungkinkan keluarga untuk mencari buku yang disukai tanpa kesulitan, supaya bisa dibaca kembali.
  3. Hilangkan penghambat, seperti games, televisi, komputer, atau perangkat yang bisa mengalihkan keinginan anak untuk membaca.
  4. Ajarkan si anak untuk menyisihkan uang jajannya agar bisa digunakan untuk membeli buku.
  5. Berikan ide kepada anak untuk membentuk kelompok teman yang bisa saling menukar buku bacaan.
  6. Saat tahu si anak akan pergi ke tempat jauh atau yang berisiko membuatnya menghabiskan waktu menunggu lama, seperti saat berkunjung ke dokter, bawakan ia buku bacaan.
  7. Ciptakan kebiasaan untuk mendiskusikan tentang topik yang dibaca bersama-sama.
    disarikan dari www.patmikumalasari.wodpress.com
    ------- Semoga Bermanfaat -------

Monday, October 27, 2014

Perkemahan dan Outbond 2014/2015

Go Home,,,
Penjelajahan,,
Melatih keberanian dan kekompakan siswa
Senam pagi
Al Aqlu salim,,fi jismi salim,,
Malam api Unggun
Pendirian tenda
outbond dulu kakak
Meskipun naeik truck,,,tetep semangat ya adek-adek,,,, :-)
Upacara Pemberangkatan perkemahan dan outbond

Friday, September 5, 2014

KMDM (Kecil Menanam Dewasa Memanen)

Ananda Tio bersemangat mencangkul untuk menanam pohon kates

Roan membersihkan sekitar pohon pepaya

Kecil-kecil juga bisa mencangkul looh....

Ustadzah pun ndak mau kalah loooo

Thursday, August 28, 2014

Kegiatan Pramuka

Apel Pramuka 
 Pembagian hadiah lomba 17 Agustus
Pemeriksaan kelengkapan atribut pramuka